googleMusic

Sudah hampir sebulan lebih event Google I/O merilis berita bahwa mereka akan ikut bermain di Cloud Music, berusaha melawan atau setidaknya mengurangi dominasi pasar musik digital milik Apple. Seperti apa perkembangannya? mari kita simak Google Music (Beta).

Google Music (Beta) Preview

Google Music Beta

Layanan Google Music mengambil dan kemudian menyimpan musik library dalam cloud storage. Seperti layaknya “cloud music” milik Apple (iCloud), kita bisa memainkan (play), mengorganize, upload music dari device terkoneksi dengan Internet, tentu selama kita dalam status log-in dengan Google Account. – Sayangnya tidak dijelaskan apakah Android dan tablet device memungkinkan untuk automatis terhubung.

Untuk mencicipi Google Music yang saat ini masih berstatus beta service kalian bisa mencoba beberapa cara yang berikut ini:

  • Apa harus invitation? YA, tentu karna statusnya masih beta dan Google selalu memulai promosi produknya lewat cara cara invitation seperti ini. Untuk mendapatkan invitation kunjungi page disini, apply, dan tunggu beberapa pekan.
  • Terakhir jangan lupa, Android device yang menggunakan OS 2.2+ dan Google Music app tentunya.

High and Low Google Music (beta) Apps

Google music beta service

Berhubung karena ini masih dalam status beta, tentu masih ‘menyisakan’ beberapa element yang menurut saya masih kurang.

It’s Awesome

  • Free, Yeah it’s completely free. Lho bukannya (hampir) semua layanan Google memang free yah? :D  jelas netizen suka dong.
  • free music ASAL ( as soon as you Log in) karena semua musik yang bahkan tidak kita miliki akan juga bisa kita nikmati.
  • Hanya audio files yang dilekangkapi copy protection yang tidak bisa kamu upload, kalau begini musisi pada suka dong. Siapa sih yang karya intelektualnya gak seneng dihargai, meskipun dipasar serba gratis.
  • Upload music files dari multi pc, YA, kita bisa mengupload secara paralel meskipun dari banyak computer.
  • Secara flow, UI dan kategorisasi yang disajikan cukup mudah dan gampang dimengerti. Google music membagi opsi berdasarkan kelompok playlist.
  • Android app stores memungkinkan untuk synchronization secara online maupun offline, cocok untuk negara dengan service provider memprihatikan seperti saya.

crappy side:

  • Penurunan kualiatas. Okelah saya bukan orang yang sangat fasih dengan musik tapi jika untuk saya saja masih cukup noticebale apalagi bagi musisi.
  • Online/Offline as different version. Bagi kamu yang suka meng-edit lagu, Saya yakin kamu akan kecewa. Karena ternyata Google tidak men-sinkronisasi setiap note yang kita edit. Singkatnya Google Music masih melihat offline dan Online version dalam versi yang berbeda.

Menyikapi semakin dekatnya layanan Google music, bagaimana menurut kamu persaingan antara Google Music dengan iCloud ?

- sebagai catatan semenjak momentum hadirnya android, sebagian pasar yang ‘gagal’ dipenuhi Apple berhasil dipeluk Google device.

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484