twitter-lazyweb

Nyari kerja jaman sekarang tidaklah sama dengan 10 tahun lalu. Sekarang semuanya serba digital, sampe interview Nazarudin aja via skyoe (baca=digital). Nah begitu juga sama seleksi penerimaan karyawan.

Jadi ceritanya sambil nunggu buka, salah satu co-founder SimplyEcho alias gue, mau sedikit sharing, lumayan bikin laper ngak berasa. Sesuai judul diatas “Bagaimana Seleksi Penerimaan Karyawan” Cara 2.0 jadi ini diambil dari sudut pandang yang punya kerjaan bukan dari sisi karyawannya, Ok .. lanjut gan! .

Biarpun saat ini sudah fully entrepreneur ( produk ) – dulunya jasa, #eh sekarang masih deh, jasa SEO tepatnya. Saya pernah lho kerja sama orang, sebenernya sih bae, asik malah tapi dasar mentalnya ngak kuat pergi pagi (jangan lupa ada macet nya), pulang sore (macet lagi) dilanjut kuliah plus malemnya ngerajut usaha tentu cape puuoolll dong. Akhirnya resign deh. Nah dari sekian banyak kerja ama orang, 80% nya proses rekrutmen karyawan ngak pakai CV lamaran pekerjaan ato surat lamaran.

Pasti gajinya kecil? echemm .. bukan maksud nyombong nih tapi TOP salary gw waktu kerja itu dikisaran 10 JT udah dipotong pajak lho :). Kalau gitu pasti nama lo panjang (baca=banyak gelar sarjana) ? ngak tuh! gue malah baru nerusin s1 ekstensi pula alias kelas karyawan ato kelas malam.

Ini Dia Tipsnya

Karna ini dari sisi penerima kerja alias yang punya usaha jadi gue coba bahas dari sisi mereka. INGET dari sisi mereka, jadi tergantung seberapa keren perusahaan atau tempat usaha yang lo mau masukin. Semakin keren perusahaan lo semakin ngak peduli sama gelar sarjana, kecuali kalau mau jadi pilot atau dokter ialah butuh lisensi kerja.

Search di facebook

Indonesia umumnya populer sama yang lagi nge-trend jadi mereka juga ikutan cari cari disini. Facebook, dimulai dari friend list mereka, trus dilanjut ke group tempat biasa ngerumpi. Kalau yang biasanya kerja digital media pasti adalah group social media strategist nya.

Search di twitter

Tuk bagian HRD yang emang keren banget biasnya punya tuh tools semacem social media monitoring, jadi bisa ngawasin kawah candra dimuka social media lokal. Siapa sih yang paling semangat ngetweet, siapa yang paling heboh, siapa yang paling banyak dapet respond plus yang paling relevan juga sama yang dicari.

Pantau gaya interaksinya

Ini yang paling penting, setelah sibuk cari sana sini di FB dan twitter, baru deh screening kriteria karyawan. Penting banget buat mereka, mulai dari disiplin karyawan, track record produktivitas karyawan, sampai motivasi kerja karyawan. Ketiga kriteria itu biasanya jadi pilihan subjektif penerima kerja bagian decision maker. Jadi kapan lo harus memaksimalkan ngetweet perlu tuh di riset, supaya kompetensi kebaca sama yang lagi cara karyawan.

Beberapa lainnya juga diliat dari cara bikin 140 karakter di timeline atau di status atau juga di blog (oia, blog paling penting). Yang perlu ditunjukin Creativity, Personality, Communication Skill, Good references from others (baca=testimoni). Untuk detailnya bisa cek di infografis berikut. Apa yang sebaiknya dihindari apa yang diperbanyak

InfoGraphic “Bagaimana Seleksi Penerimaan Karyawan” Cara 2.0

Bagaimana Seleksi Penerimaan Karyawan Cara 2.0

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484