Pledge itu petisi bahwa kita juga berkomitmen untuk memanfaatkan socmed bagi social change

Mungkin orang Indonesia termasuk golongan yang (senang) terlanjur bersumpah. Dari sumpah pemuda, sumpah cinta, sumpah jabatan, sumpah dibaiat, sampai sumpah pocong.

Parahnya lagi, saat saya mengatakan sebuah fakta sebuah kejadian plus datanya kalau ada. Lawan bicara saya tidak merasa perlu tuk menyelidiki beritanya lebih dalam, kecuali memastikan. “ Sumpeeh Loe “.

Beberapa tahun silam di tanggal 28 oktober, Jong Celebes, Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon dll berikrar.

Kami poetra dan poetri Indonesia mangakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia menjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Mereka mengakui kerinduan akan sebuah entity, entity sebagai sebuah bangsa yang utuh!. Bangsa Indonesia. Sebenarnya saat itu justru ada keengganan – menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ini dapat dimaklumi karena sebagaian besar peserta kongres Pemuda saat itu tidak menguasai secara fasih bahasa Indonesia.

Kelak Muhammad Yamin yang kemudian menjadi Menteri Negara menjadi konseptor salah satu dibalik ide besar sebuah nation yang bersatu dari bung karno. Dilanjutkan pertama kali ditahun 1958, pemerintah secara resmi mengangkat Sumpah Pemuda sebagai momen kebangsaan yang wajib diperingati seluruh negeri.

Sekarang, di era yang populer dengan generasi 2.0 atau bisa juga disebut social media era. Para pemuda yang hidup di era (nyaris) tanpa batas ini adalah para pemuda yang terhubung dan saling mempengaruhi. Tidak jarang membentuk perkumpulan/komunitas maupun gerakan sosial meskipun sebenarnya kita para generasi muda belum pernah saling bertemu, belum pernah bertatap tatap namun terasa sedemikian intim.

Ada banyak gerakan positif generasi muda di social media, dari Indonesia United, Nurdin Halid Step Down, hingga membantu korban bencana merapi. Semua hal itu menandakan sebuah bungkus persatuan yang awalnya berangkat dari obrolan di social media.

Dari social media, perubahan dapat terjadi sedemikian (lebih) cepat. Perubahan akan sesuatu yang lebih baik, terhadap hidup kita dan komunitas. Dengan spirit pemuda, memaksimalkan penggunaan social media untuk berkontribusi lebih, lebih dari sekadar twit, blog post atau tulisan dimedia digital. Kita wujudkan percepatan perubahan lewat sebuah gerakan nyata tidak lagi sekadar sebuah sumpah!. Through social movement festival.

Setuju socmed seharusnya juga bisa membawa perubahan sosial? Yes, We pledge through social movement festival next on 2pm-5 pm, 21st May 2011

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484