digital dirt

Digital Dirt, sekarang semuanya sulit tertutupi. Karenanya banyak agen headhunter, klien potensial, proses perekrutan karyawan, prospek bisnis dan investasi yang memanfaatkan social media. Termasuk juga mencari info soal gebetan dan mengetahui jejak hitam para politisi kita.

digital dirt

Femina Magazine

Di Google dan jejaring sosial semua terekam bahkan jikapun data aslinya telah dihapus (khusus Google). Apa yang Anda temukan di Google khususnya halaman halaman sensitif ( page 1 – 3) itulah yang akan dilihat, menjadi rujukan dan citra yang akan diyakini orang lain. Mungkin kalau positif tidak masalah, sekarang bagaimana jika menemukan hal negatif?

Hal hal buruk tentang kita, inilah yang dikenal dengan istilah “Digital Dirt”. Bentuk digital dirt bisa dalam berbagai konten, misalnya Video, Foto, Postingan, termasuk juga status dan tweet. Karena terlalu banyak channel dan saluran yang wajib dilacak tuk menjaga online personal branding, makanya dibutuhkan tools dan pemahaman konsep media online mana saja yang efektif. Berikut tips melacak jejak digital dirt secara sederhana:

4 Langkah Melacak Digital Dirt dan Tracking Personal Branding

Google Alert. Tools ini melacak kata kata yang tersaji di ranah digital, gunakan tools ini dan match kan dengan nama Anda, niscaya bukan saja mengamankan dari digital dirt namun juga membangun pencitraan

Twitter Alert. Mirip dengan Google alert tapi fungsinya terspesialisasi khusus untuk twitter.

Menggunakan Jasa Konsultan. Bagi Anda yang memiliki jabatan penting, atau setidaknya membutuhkan konsep yang kompleks dan sajian informasi yang mampu memetakan “digital dirt” saya sarankan untuk menggunakan digital konsultan maupun tools social media monitoring seperti Brandtology, ataupun MediaWave.

Webmaster & Google Analytic Tool. Perannya untuk mendapatkan insight data, statistik bahkan untuk mengetahui popularitas, minat dan tren yang berguna untuk mentracking setiap hal yang melekat pada image Anda.

Optimalisasi Media untuk menghindari Digital Dirt

Ada banyak jejaring sosial namun yang mana yang efektif? Let say katakan facebook. Mulailah dengan memanfaatkan aplikasi dan dan junjung etika sekalipun Anda berdagang. Selain facebook? masih ada 4 hingga 6 web yang wajib dioptimasi termasuk strategi membangun dan cara ‘menghilangkan’ digital dirt di search engine Google.

Selengkapnya bisa Anda baca di majalah femina Edisi 11 (17 – 23 Maret 2012)

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484