manajemen pemasaran

manajemen pemasaran

Kata orang, mungkin karna nama tengah setiap entrepreneur itu ‘risk taker’ makanya mereka berani nabrak berkali kali, trial error ratusan kali. Di project filleza.com ini saya coba membangun online shop dibantu investor yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Berbekal kemampuan SEO dan sedikit mendesain web, jalanlah projek Fileza ini dengan konsep sederhana “sepatu wanita” tanpa memasukan sepatu pria.

Produknya diambil dari setiap vendor yang mau bekerja sama, yang sebagian besar berbasiskan dropshipper ready. Tujuannya jelas menghemat cost inventory atau penyimpanan. Sebagai sebuah online shop berbasis eCommerce berarti saya hanya membutuhkan kemampuan deskripsi product dan gambar dengan performa yang kira kira cukup menggoda pengunjung. Setelah proses feeding (pengisian konten web) dilanjut SEO web optimasi, tidak sampai sebulan hasilnya 15 closing dan 10 reseller. Looks great.

Pelajaran Penting Manajemen Produksi: Standard Vendor Quality

Sekilas langsung menjanjikan, tapi pelajaran penting manajemen produksi di bisnis online baru saya dapat dibulan kedua. Problemnya adalah “Standard Vendor Quality” karna berbasis reseller dan tidak melakukan stocking seharusnya saya ketat dalam memilih vendor, bukan hanya kualitasnya tapi juga komitmen┬ámanajemen produksi melayani konsumen pemakai merk-nya. Kenapa komitmen?

Perlu disadari, faktanya consumer experience di online berbeda dengan toko fisik. Untuk offline konsumen senang memiliki pengalaman berburu sedangkan offline pengalaman itu dinikmati konsumen saat proses menunggu (shipping) – berkomunikasi ( quick response ) – dan menjelajah online shop. Dimana point terakhir ini termasuk bidang pemasaran karna menentukan ekspektasi yang diciptakan web untuk layanan yang akan dinikmati konsumen. Jika servicenya memuaskan subjektivitas konsumen dijamin repeat order.

Pelajaran Penting Manajemen Produksi: Surat Kontrak

It’s about business, where a friend can betray. Menghianati niat baik diawal bisnis bisa berbagai macam bentuknya, mungkin saya belum tergolong parah tapi dijamin memaksa Filleza untuk re-branding dan mengganti konsepnya dalam waktu dekat ini. Hanya karna satu vendor yang tidak terbuka dari awal dalam informasi kemampuan produksi. Hanya karna satu vendor saja MooiShoes, filleza terpaksa menerima image negatif dari end user disebabkan sang vendor tidak mau bertanggung jawab langsung kerugian konsumen. Saat konsumen tidak balik menghubungi vendor menganggap case closed, tanpa kompensasi baik pada nama baik reseller ( Filleza) dan khususnya kepuasan konsumen (end-user).

Begitupun saat ini krisis di manajemen produksi alias pesanan sepatu wanita konsumen molor hingga lebih dari estimasi yang dijanjikan, celakanya tanpa ada kejelasan waktu atau tepatnya tanggal pastinya. Bukannya kabar belum selesai atau nanti ..nanti..

Mengingat tidak ada kontrak diawal maka ini jadi serba salah, meminta cash back sulit, meminta ganti rugi semacam bonus pun tidak ada faktor penguat semisal agreement antara reseller dan vendor.

Pelajaran Penting Manajemen Produksi: Right Online marketing can be Onlie Marketing

sepatu wanira SEO

Kejeniusan startegi yang tepat, bukan ditentukan lisensinya tapi bakat dan garis tangannya. Celakanya hal ini bisa jadi bumerang seperti yang saya alami. Dibantu bebrapa praktisi

  1. Strategi konten @gegepoweranger (meskipun belum sempat saya praktekan semuanya)
  2. Online CRM Startegist @ka2Tomi
  3. SEO On-Page Master @Shandyisme

Hasilnya tidak dalam waktu yang lama, filleza.com yang notabenenya domain baru diisi konten saat ini sudah masuk jajaran halaman pertama dengan main focus keyword “Sepatu wanita” dengan 35,000,000 ( 35 juta) kompetitor. Berapa yang order?

Sebagai gambaran, meskipun jajaran koleksinya belum menggunakan jasa curator untuk menseleksi tapi dengan jumlah kunjungan atau impresi minimal 40.500 rasanya order retail bagi UKM sudah cukup lumayan. Jika tidak diimbangi produksi yang terintegrasi dan komunikasi yang responsif dipastikan, bagian sales akan terpaksa membatalkan banyak permintaan. Ujung ujungnya kecewa dan mungkin web Anda akan terlupakan.

Kesimpulannya

sepatu wanita

Sekarang mari kita simpulkan, tentu berdasarkan kasus Filleza.com yang belum berarti cocok dengan online shop jenis lainya. Standard vendor Quality Service diperlukan agar pihak produsen bertanggung jawab khsusunya dalam pegembangan, sementara tuk reseller / online store tetap memiliki nama baiknya tanpa harus kerugian untuk memperbaiki hubugan dengan konsumen yang padahal bukan tanggung jawabnya.

Surat kontrak, diperlukan apapun jenisnya ketika kondisi berjalan smooth biasanya kita acuh tapi begitu ada kerugian dan tergolong memberatkan, tanpa surat lagi lagi akan merugikan pihak yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

Hati hati dengan pemasaran online yang tepat, ketidaksiapan manajemen produksi bisa mengakibatkan kekecewaan berdampak sistemik jika tidak mampu mengimbangi terobosan marketing online.

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484