Dulu gravitasi pencarian dimulai lewat buku kuning ( yellowpages ), sekarang semua beralih ke internet. Semua dicari lewat Google, termasuk nama gebetan :-). Kemudian saat jumlah kunjungan facebook melampaui Google, kata para pengamat ,penelusuran informasi tidak lagi didominasi mesin pencari asal lembah silikon itu. Kini, masuknya twitter pun ikut merubah cara banyak orang berinteraksi, berbagi plus mencari dan mempercayai sebuah informasi.

Meskipun SERP Google banyak dihinggapi spam, namun ternyata netizen tetap memilih Google sebagai pusat gravitasi pencarian informasi. Peran Google sebagai penghubung informasi dan pemburunya masih belum tergantikan. Selama kurang lebih satu bulan, Simplyecho melibatkan 100 netizen. Kami menanyakan “kemana anda mencari informasi ?” dan hasilnya:

Setidaknya ada 3 kesimpulan khususnya dari sisi sosial teknologi

Easily to found – Mudah ditemukan masih relevan hingga kini. Ya!, pentingnya suatu web untuk tidak sekadar eksis tapi dikenal sesuai fungsinya ataupun isi konten tetap diperlukan. Termasuk juga media online news yang rata rata memperoleh 20% traffic dari search engine. Ini juga berarti industry Search Engine Marketing dan para seniman SEO masih boleh berharap pemasukan dari industri web optimizing.

140 is never enough – twitter sudah mengubah cara kita berinteraksi, cara kita menilai persona orang lain, bahkan mengubah cara kita ber-promosi. Lewat twitter juga, semua informasi seakan mudah terdistribusikan, namun informasi yang lengkap masih butuh disajikan lebih dari sekadar 140 karakter. Faktor keterbatasan akses untuk tweet yang sudah lama berlalu juga semakin menguatkan web sebagai media pemberitaan yang tahan lama.

So Cluster Рkenapa social network bukan pilihan utama?  padahal bisa saja kan kita bertanya di group atau sengaja mention ke teman di facebook dan twitter. Asumsi saya adalah feed maupun media search mereka tidak se-cluster search engine. Bahkan selalu diperlukan alasan kenapa status kamu perlu dibalas facebooker lainnya. Singkatnya diperlukan sedikit keheboban bombastis ala #petimati untuk mendapatkan komentar.

Ketiga hal diatas adalah soal dimana kita mencari jawaban, mencari pemecahan masalah tentu berbeda dengan diruang mana kita sering bercakap cakap, yang untuk hal ini tentu diperlukan social media monitoring tools.

Ada yang  ingin menambahkan?

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484