SEO-beauty-data

SEO keyword analysis biasanya menjadi bagian art process (proses seni) yang dilewatkan para pekerja seni. Alasannya mudah saja, karena Agency / pemilik bisnis langsung “menembak 2 hingga 3 keyword” lalu dengan sedikit proses negosiasi dengan pihak vendor ( pekerja SEO). DEAL!!! - bagian terpenting, bagian paling ber-seni sekaligus paling scientific terlewatkan

it's working smarter

Pemikiran mereka biasanya sederhana yang penting banyak dilihat user. Wajar sih karena ibarat buka restoran paling banyak dilihat ya (kemungkinan) paling banyak dibeli. Tapi ini internet, apakah paling banyak dilihat juga berarti banyak ‘dibeli’ atau diinginkan?

It’s About Working Smarter

Proses SEO Keyword Analysis gunanya untuk meng-efisienkan effort SEO Artist. Menyusun dan menentukan prioritas keyword mana yang akan lebih dulu dioptimalkan. Sebaliknya menyusutkan keyword yang tidak boleh dipakai misalnya sentence yang mengandung kata “murah” jika client menginginkan/menargetkan produknya untuk pasar menengah keatas.

Karena kalangan SEO enterprise bertujuan keyword konversi bukan mendatangkan sejumlah visit (saja) makanya saya sepakat dengan statement organisasi SEO terbesar (SEOMoz) yakni SEO Rank is meaning Less plus Working smarter by targeting spesific keyword. Karena user yang akan membeli BMW akan meng-Googling (mencari) “Jual BMW merah second jakarta” alih alih HANYA “BMW”.

SEO Keyword Research Concepts

Pemilihan keyword dan memahami konsep keyword research menurut saya yakin penting karna akan berdampak sistemik saat pengerjaan link building nantinya. Sebagai gambaran gampangnya kita harus membayangkan sebagai seorang customer, searcher, atau singkatnya pencari informasi. Dari sini kita bisa membagi setidaknya 6 tipe kategorisasi keyword.

seo model kategorisasi

Action

Dibagian ini masukan keyword keyword yang memiliki sifat kata kerja, misalnya “Jual” “beli” “sewa” “for sale” nah jika audience kamu lokal jangan lupa terkadang tidak salah juga memaksimalkan kata kunci “BU” alias butuh uang namun seusaikan juga dengan konteksnya yah.

Condition/Use

Untuk bisnis yang terkait jual beli saya biasanya tidak lupa menyertakan keyword yang semacam ini: “New” “second hand” “fresh” “baru“. Untuk audience lokal atau Indonesia biasanya tak jauh berbeda bahkan cenderung sama.

Colour

Untuk barang barang fashion atau premium jangan lupa memanfaatkan warna, misalnya “iPhone white” “ferrari merah” “Acer Ferrari merah” “celana cargo putih” dan sebagainya.

Brand

Seperti contoh diatas, nama brand dan pengoptimalisasian sebaiknya juga disertakan dengan warna ataupun kondisi, kenapa? berdasarkan pengalaman pribadi barang atau item yang menyertakan nama brand saja biasanya tidak memiliki impact lebih dari HANYA SEKADAR DICARI, namun tidak dibeli atau ada tindak lanjut lebih.

Model

Model bisa disamakan dengan versi, salah satu eks client yang pernah saya garap yakni ACER untuk acerid.com dengan kata kunci “Acer 4741” dan saat ini tetap berada di page one, tepatnya above the fold atau bagian top 5.

Location

Faktor lokasi menjadi hal penting untuk optimasi jika memang diperlukan lokasi, misalnya nih restaurant, cafe, store ataupun jika kamu berjualan segala sesuatu yang terkait lokasi dimana pengunjungnya atau pelanggan yang kamu harapkan lebih didominasi dari kota yang sama. Contoh nyatanya?

Saat ini saya sedang membangun usaha kuliner Rendangmia.com dan MacaroniMia.com nama brand terakhir yang saya sebutkan sangat terpengaruh lokasi, karena sajiannnya tidak mampu mempertahankan rasa jika lebih dari 24 jam. Nah, untuk mengoptimalisasikannya saya men-SEO-kan keyword “macaroni panggang jakarta” resultnya lagi lagi berada di page one.

Selamat mencoba :)

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484