Sebagai seorang netizen, terutama seorang social networker pemula, saya yakin kamu terkadangg penasaran bagaimana seorang pengguna twitter terus menerus update bahkan diwaktu yang seharusnya jam kerja para super hero. Sebagai network building tactic, twitter auto-update memiliki banyak kelebihan khususnya eksistensi dan branding di market mereka.

Ingin seperti mereka? ada beberapa tools yang bisa kalian manfaatkan, salah satunya TwitterFeed. Sayangnya kalian bakal kerepotan jika ingin memasukan banyak feed. Yeah, one new feed source for every single auto-tweet ..fiuhhh.

Untuk menyiasatinya saya biasa menggunakan Google reader dan memaksimalkan fitur “folder and tag“. Saya  akan menjelaskan semudah mungkin, semoga paham :D ;

Background

memanfaatkan google reader sama saja dengan RSS, berarti mengumpulkan setiap artikel update dari beberapa website. Sementara untuk kolaborasi antara Google reader dan campuran bumbu twitterFeed kira kira seperti ini flow processnya.

How To Steps:

Google Reader. Disini kalian akan menemukan Atom RSS Feed dari Google share, berikut langkah langkahnya.

  1. Login to Google Reader,
  2. Temukan feed URL dari setiap website yang ingin kalian (auto) share, lalu tambahkan feednya di Google Reader. Jangan lupa dipisahkan / dikategorisasikan berdasarkan “folder and tag” nya. Setelah ditambahkan Klik buttopn option dan pilih reader sharing yang berada disudut kanan atas.
  3. Dari pengelompokan folder and tag, atur statusnya dari private menjadi public sharing, kemudian klik “view public page“.

Twitterfeed. Optimalkan fungsinya yang mendistribusikan tweet dari beragam auto feed se beragam social media channel ke twitter, facebook, ping.fm jangan lupa dengan memanfaatkan bit.ly agar dapat men-tracking performa setiap tweetnya.

  1. Sign up ke TwitterFeed.
  2. Klik create new feed dan copy paste RSS atom yang tadi sudah di copy.
  3. Konfigurasi twitterFeed optimasi prefix atau sufix dan interval postnya. Jika feed yang kalian miliki cukup banyak sebaiknya memilih interval diatas 30 minutes, agar tetap mendapatkan kesan natural.
  4. Finito! Done! Complete! selamat mencoba… :)

Sekarang pertanyaannya.

Apakah Auto-tweet lebih efisien dan produktif dibanding manual sharing?

Apakah efektif untuk meningkatkan popularity ( follower ) dan fan interaction?

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484