indonesian social media 2013

What will be happen in Indonesia internet business 2013? here’s what I see… the next future

1. So much of trader.

Pertumbuhan peluang berbisnis lewat internet atau social media bukan saja menguntungkan mereka yang fasih dengan SEM/SEO bahkan mengukur konversi via Google analytic, tapi juga mereka yang tidak paham cenderung ‘asal jalan’. Di taun 2013 nanti akan semakin banyak trader mulai dari yang reseller biasa hingga reseller yang profesional (baca= memasarkan brand sendiri) seperti Lazada, Blibli atau bahkan Filleza.com

Bagi produsen bukan berarti mereka tidak membuka eCommercenya sendiri tapi peningkatakan point of sales dengan memperbanyak kerjasama pedangang internet tetap dirasa lebih baik dibanding menghandle sendirian.

Trader alias broker bukan sebatas produk tangible saja tapi juga intangible seperti jasa traveling dan office gathering. Mereka (tidak) memiliki fasilitasnya sendiri sehingga akan bekerjasama dengan warga setempat, alhasil tingkat pariwisata meningkat dan warga setempatpun mendapatkan keuntungan selain dari fasilitas yang disewakan tapi juga efisiensi pemasaran.

2. SEO rising, old school technique will fallen.

Tahun 2012 algorithm Panda + Pinguin menampar banyak jasa SEO minim budget yang mengandalkan spamming tools alih alih kreativitas untuk menghasilkan rekomendasi yang berkualitas (baca back link) Tahun 2013 diprediksi akan semakin banyak jasa SEO murah yang yang tumbang, sembari pemilik digital bisnis yang karam alias tutup lapak gara gara setia mengandalkan jasa SEO salah mindset tersebut.

3. Growing Internet Buying Plafon

Selain faktor consumer 3000 di tahun 2013 nanti, plafon internet buying akan semakin meningkat. meningkat disini bukan berarti daya beli yang meningkat tapi kesediaan alokasi dana tuk belanja online yang meningkat. Kalau saat ini belanja 2 juta ( dua juta ) keatas dianggap besar, hal ini sembari diedukasi dengan semakin banyaknya authorize eCommerce yang masuk ke pasar lokal dengan memasarkan barang barang diatas 5 juta maka masyarakatnya semakin terbiasa bersedia belanja untuk barang yang lebih mahal. Nah, Kalau saat ini 2 juta adalah plafonnya, maka nanti kira kira berapa yah plafonnya?

4.Rise of writer business, more company will think Content as an valuable Asset

Even this knowledge doesn’t make them fully respect on writer. Konten akan mulai terasa penting khususnya bagi brand local, akan banyak opportunity yang datang dari konten yang berkualitas, makanya penyedia konten alias content provider diprediksi akan tumbuh pest. Meskipun begitu bukan berarti penulis akan semakin dihargai, karna masih banyak yang mengangap menulis itu mudah bahkan menyamakan menulis fo web dengan menulis di media cetak.

5. Retailing still Hot.

Media online masih akan berperan sebagai awareness dan branding, khususnya untuk B2B. Pasar wholesale masih akan dirasa berat untuk penetrasi apalagi konsumen lokal yang cenderung memaksakan #TooGoodToBeTrue , misalnya menginginkan produk kostumasi dengan harga murah berstandard kantong pribadi. EDAN…Makanya untuk penetrasi dan pengenalan produk termasuk juga berjualan langsung pada end consumer pilihan menjual produk secara retail akan tetap jadi pilihan utama banyak pedagang online. Untuk yang menghasilkan pendapatan yang lebih besar para pedagang online wajib membenahi brand mereka sembari meningkatkan online customer servicenya.

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484