iDevice

Peluncuran update terbaru iOS 5 beberapa pekan lalu, semakin menambah pamor Apple khususnya kontribusi iMessage – secara teori – sangat potensial mengusur fungsi BBM dari RIM. Fenomena angka penjualan iDevice khususnya smarthphone sekaligus menjadikan mereka sebagai barometer kesuksessan “Apakah suatu produk dapat diterima dimata konsumen”.

Pernahkah kalian terpikir apa yang sebenarnya membuat sang raja social tech berlogo Apple ini begitu dicintai? yang dibutuhkan alasan realistis tentu bukan cerita yang dibuat agar terasa make sense. Untuk lebih jelasnya mari kita simak satu persatu.

Desain yang diinginkan Konsumen

Banyak yang bilang desain iDevice / produk Apple sangat elegan, sangat dinamis singkatnya amat breakthrough. Tapi sayangnya argumentasi ini datang disaat Apple sudah terlanjur sukses, namun bagaimana jika pernyataan “desain yang keren” itu didengungkan saat Apple belum siapa siapa? EITSS, nanti dulu

Jawaban Saya adalah: Desain yang diinginkan user adalah segalanya. Dimasa itu Apple memunculkan produk yang berbeda dari para developer pasaran. iDevice hadir dengan desain yang simple lewat garis lekukan casing yang sederhana namun elegan tak lupa juga menghadirkan fitur yang sefungsional mungkin namun tetap memperhatikan estetika ruang. Semua perbedaan dimasa itu bukan diciptakan untuk nilai differensiasi saja, namun juga karena itulah yang diinginkan konsumen, menjadi berbeda yang tidak sekadar beda.

UI dari iOS dibutuhkan pengguna

Mudahnya pengoperasian UI dari iOS, siapa bilang? buktinya hampir seluruh mahasiswa yang saya ajak bicara seputar penggunaan iMac di perpustakaan baru UI cenderung mengatakan “Apa ia mampu, kan Mac beda sama Windows!”. Dengan katalain meskipun tidak se njelimet Linux, konsumen masih lebih terbiasa dengan sistem user interface Windows ketimbang Mac yang jelas jelas berbeda. Hanya saja…

iDevice menciptakan ruang untuk konsumennya sendiri, mereka membangun pandangan produk Apple adalah soal user experience. Bukan ditekankan untuk kalangan maniak gadget yang memang suka banyak coba coba tapi, pengguna yang ingin bergaya (stylish) namun ingin juga dianggap tech savvy meskipun sebenarnya tidak lihai. iDevice hadir menjawab kebutuhan pengguna dimasanya dengan prasyarat user experience untuk pengguna memahami UI dari iOS namun tidak membutuhkan waktu yang lama, alhasil iDevice dapat diterima hampir seluruh kalangan dan BOOOM..YA, berujung pada penjualan yang fantastis.

Customer satisfication

Dosen manajemen pemasaran saya mengatakan paradigma inilah yang harusnya ada dimasa saat ini. Ketika Apple masih menjajaki tangga kesuksesannya, (mungkin) hanya mereka pengembang teknologi yang sangat amat terfokus pada kepuasan pelanggan. Mungkin juga hingga saat ini, mengingat masih banyak suara suara negatif yang diabaikan produsen hanya karena sentiment negatif itu bukan datang dari orang yang dianggap berpengaruh.

Sudah menjadi komitmen Apple untuk menanggapi keluhan yang datang dari konsumen. Sehingga update sistem operasi hanya dilakukan benar-benar untuk memperbaiki masalah yang ada. Jangan lupakan juga bagaimana Apple memperlakukan istimewa setiap konsumennya: “Penggantian dengan unit baru jika ada kerusakan dan jarang masuk service centre” ternyata membawa dampak yang cukup berkesan dihati konsumen, Saya tak heran kenapa produk Apple menjadi barang yang paling diinginkan penikmat teknologi.

Steve Jobs + Waktu = New Trend

Kharisma dan gayanya dalam setiap presentasi iDevice telah menyihir banyak orang. Steve Jobs telah mencapai titik yang menurut saya tertinggi dalam hal bisnis maupun marketing, yakni “Kepercayaan”. Marketing, sales, mengajar, memimpin bahkan untuk election atau pemilu saja semua berujung pada kepercayaan.

Steve Jobs dulunya tidak seperti saat ini yang kharismatik, mampu menyihir banyak orang bahkan mempengaruhi perkembangan teknologi dan gaya hidup, termasuk juga fashion lho :D. Steve Jobs butuh proses waktu membangun , kredibilitas dan kepercayaan sehingga pada akhirnya membuat audience percaya bahwa iDevice dalam genggamanya itu sebagai produk berkualitas tinggi yang seakan akan wajib dimiliki.

Nah, bagaimana sepakat dengan argumentasi Saya?

Arham
Arham
Bukan ustad, cuma seorang taubaters yang diberikan sedikit ilmu untuk bisnis online. Diberikan kepercayaan untuk mengelola bisnis pribadi, beberapa export komoditas dan menghandle beberapa brand untuk optimasi media online. Tuk yang ingin menghubungi bisa kontak langsung via email. Arham @ Simplyecho .net atau whatsapp: 0818698484