Welcome to the club !
simplyecho

To crazy One who can see things differently about Life and Technology

(2 Fakta) Website, Perlukah Google Friendly?

Perlu, apalagi media online bertambah penuh setiap jamnya. Website bukan saja perlu eksis tapi wajib mudah ditemukan. Itu teorinya, tapi bagaimana realitanya? dari sisi pengerjaan suatu project and development media online.

SEO Google Friendly

Karna saya seorang yang bermain diranah Search engine marketing, tentu saya akan menjawab media online harus google friendly. Sebuah website design haruslah mudah ditemukan. Kesampingkan dulu soal benefit SEO yang menjadikan biaya pemasaran menjadi lebih efisien, permasalahannya adalah SEO atau web yang berstruktur google friendly tetap akan sulit ditemukan jika tidak ada tindak lanjutnya, SEO off page.

Maka dari itu belajar dari pengalaman (pribadi), Setidaknya ada 2 hal kenapa pengerjaan web tidak perlu SEO friendly

Project “Online Media” Hanya Formalitas

Biasanya juga disebut projek asal jadi. Bukan berarti saat pembuatannya asal asalan tapi yang terpenting dari project ini adalah ada wujudnya, ada yang bisa dilihat dan dijadikan bukti bahwa projek sudah dikerjakan dan dana sudah tersalurkan. Terkait soal besaran dana pun bisa melebihi apa yang kita sering lihat di forum forum, sudah bukan rahasia lagi kalau tidak ada takaran pasti berapa anggaran yang pantas untuk suatu jasa develoment website, termasuk juga goverment website.

Kalau kalian suatu saat mendapatkan kesempatan ini diharap banyak banyak bersabar, khusunya yang memiliki selera tinggi. Untuk tender project seperti ini ada kebiasaan pola, yakni apapun wujudnya, tidak peduli soal kualitas layout, ada atau tidak optimasi SEO code, schema color bahkan reliability suatu website. Yang terpenting tampilan haruslah memuaskan ‘pemberi tender’ plus adu banyak fitur dengan website sebelumnya.

Simply Business. Zero Maintanance

Bicara soal bisnis, entah modal yang terlalu minim atau pola pikir “efisien” yang kebablasan. Maunya SEO friendly, dan mudah ditemukan di search engine tapi tanpa menyediakan dana anggaran untuk optimasi. Dana yang minim atau memang mereka yang tidak memahami SEO? faktanya, meskipun banyak klien (termasuk divisi IT) yang menyebut nyebut seputar search engine marketing tetapi sebenarnya mereka hanya memahami beberapa kata-kata nya saja sebatas apa yang kebanyakan didengar tanpa memahami “Bagaimana SEO diterapkan“.

Hal yang biasa terjadi disini adalah website design dipersiapkan sebaik mungkin, konten sudah disediakan agar terlihat ramai tapi celakanya tidak ada kelanjutan update konten untuk si media online (website). Tentu seorang optimizer sudah tau kalau kebutuhan “mudah ditemukan” adalah memproduksi konten secara rutin.

Tipe website yang tidak peduli atau tepatnya tidak menghargai ”Google friendly” yakni web institusi yang sudah besar dimana pendapatan (terikini) mereka lebih banyak pada pergerakan offline, atau web web yang dibuat tuk formalitas asal eksis tanpa ada maksud untuk menyampaian informasi.

Percaya website Anda Google friendly?

Tags: cms, ebsite design, google frendly, search engine marketing, seo



  • http://www.hakaonline.net/ Renga Haka

    Tergantung dari sudut pandang kebutuhan eksistensi site owner di internet, tapi rasanya banyak fakta yang membenarkan artikel ini. Informasi yang menarik.. Makasih

    • http://road-entrepreneur.com Arham Blogpreneur

      kalau memang banyak fakta yang membenarkan , itu artinya circle kita ngak jauh :)