Sherlock Holmes TV series, Detektif, Social Media dan Hacking Tools
Blogging, Hacking, Streaming, dan tentunya iPhone device. Sherlock tetap di London tapi kini berada diera yang berbeda.
Sherlock movies Minus kabut dan kereta kuda, ya! karna disini sherlock berada di era new London, tepatnya era social media dan teknologi. Namun kita tetap akan disajikan seni menyamar, seni ber-intuisi khas sherlock holmes selain itu ada juga add value unik yang akan Anda rasakan disini. Dr. watson bukan lagi sekadar eks dokter militer yang jago tembak disini ia memegang peran sebagai online publisher.
Tetap pada garis cerita Sir arthur conan doyle, Dr watson berperan sebagai notulen dari pertualangannya bersama sherlock, namun kali ini memanfaatkan media Blogging. Mungkin juga dengan sedikit SEO, makanya sherlock disini lebih terlihat seperti detektif yang sambilan menjadi seleb blog di abad 21.
Meskipun telah berganti era bukan berarti kota ini telah kehilangan misterinya. Dari beberapa episode yang telah saya saksikan cukup terlihat bahwa Mark Gatiss dan Steven Moffat berusaha menampilkan yang mereka sebut “fetishise the modern era” khususnya pengambilan gambar Big Ben dengan cara yang berbeda. Maklum saja, sherlock memang identik dengan the Big Ben.
“gatiss, My first experienced London in 1972 on a family trip”
“I remember so much about that visit. Everything was dirty. I went back to school and drew Big Ben with a big black line down it.”
Bicara soal crime, meskipun telah melalui inovasi namun Gatiss tetap berusaha menyajikan berbagai warna misteri dan dan sisi hitam berdasarkan kisah pribadi ketika Ia pertama kali hijrah ke London di tahun 1972. Bagaimana dengan rival abadinya? J.P.M ( Jim. P. Moriarty) disini ia memiliki kemampuan hacking dan psikologis..
hmm sounds new .. feel fresh looks promising
- $20








